You should atau I think you should?


You should  /  I think you should
  • You should contact him atau  I think you should contact him
Dua kalimat di atas sama-sama mengandung nasihat atau instruksi. Pada kalimat pertama yaitu “You should contact him.” Terkesan lebih langsung dan bernada memaksa; sedangkan pada kalimat kedua “I think you should contact him,”  terasa dan terdengar lebih sopan.



Contoh dalam percakapan:

Joko
I haven’t seen Yan for ages. [Saya sudah lama tidak jumpa dengan Yan.]
Sylvia
I think you should contact him. [Coba hubungi dia.]
Joko
He seems to have changed his phone number. [Sepertinya dia telah ganti nomor telepon.]
Sylvia
His email address is still active. Why not send an email to him? [Alamat emailnya masih aktif. Kenapa tidak kirim email saya ke dia?]
Joko
Is it? I’ll try to email him from my iphone. [Benarkah? Saya akan coba email dia dari iphone saya.]
Sylvia
He’s been tied up recently. So, it takes a while till you get a reply from him. [Ia akhir-akhir ini sibuk, Jadi agak lama balasan email nya dari dia.]

Bagaimana dengan kalimat “I think he/she/they should …”? Kalimat ini mengandung pendapat. Artinya Anda memberikan pendapat Anda  kepada orang ketiga untuk melakukan sesuatu. Contoh: I think he should go by bus,” yang berarti “Menurut saya, ia harus naik bus.” Jadi “I think” dalam kalimat ini bisa diterjemahkan “menurut saya”.

Perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  • I think they should meet first. [Menurut saya, mereka harus berjumpa dulu.]
  • I think she should wear long skirt. [Menurut saya, ia harus mengenakan rok panjang.]
  • I think he should find a job now. [Menurut saya, dia harus mencari pekerjaan sekarang.]

Reference:
https://www.englishgrammar.org