Conversation Tips: Bagaimana Cara Menawar Harga Ketika Berbelanja

Tawar menawar harga memang tidak lazim di luar negeri, khususnya di Inggris karena semua harga sudah fixed price dan barang-barang yang dijual sudah diberi label harga baik di toko-toko atau di supermarket. Bahkan di Indonesia sendiri pada pasar swalayan dan mall barang-barang yang dijual sudah dilabel dengan harga yang tetap. Namun demikian apa salahnya kita mempelajari ungkapan-ungkapan yang bisa digunakan untuk menawar harga walaupun sudah harga pas. Terutama jika Anda berbelanja di toko-toko di mana Anda berhadapan langsung dengan pemiliknya.



Berikut ungkapan-ungkapan yang digunakan pada saat kita menanyakan tentang harga suatu barang:

  • How much does it cost? (Berapa harga nya?)
  • How much is it? (Berapa harga nya?)
  • What's the price of that hat? (Berapa harga topi itu?)
  • How much is this shirt? (Berapa harga baju ini?)
  • Excuse me. How much is that? (Permisi. Berapa itu?)
  • Could I have it a lower price? (Bisa saya membelinya dengan harga lebih rendah?)
  • I was wondering if I could have it at Rp.90.000 (Bisa nggak ya saya beli dengan harga Rp.90.000)
  • Could you get the price down a little bit? (Bisa tidak kurang sedikit saja?)
  • Could you go down to Rp.75.000? (Bisa kah Anda turunkan harga sampai Rp.75.000?)
Berikut adalah percakapan singkat antara Lutfi (Penjual pakaian jadi) dan Fitri (seorang ibu rumah tangga) yang ingin membelikan baju untuk anaknya.


Fitri
How much does this shirt cost?
Lutfi
It’s only Rp.175.000,-- madam. It’s a good quality product.
Fitri
I think it’s too expensive. Could you get the price down?
Lutfi
Actually, it’s a fixed price. I can only go down just a little bit.
Fitri
How much could you come down?
Lutfi
What if I give you at Rp.170.000?
Fitri
That’s still too expensive, Sir.  I’d take it if it were Rp.130.000.
Lutfi
I am sorry, madam. I can’t go down to that price